Rabu, 22 Juni 2011

TEST FUNGSI GINJAL

TEST FUNGSI GINJAL




Kegunaan dari test fungsi ginjal ini adalah :

1. Mengetahui adanya kerusakan pada ginjal.
2. Mengetahui derajat kerusakan pada ginjal.


Test fungsi ginjal disebut cukup ideal apabila memenuhi persyaratan sbb :
1. Tehnik pelaksanaannya mudah .
2. Penilaian hasilnya juga mudah .
3. Tidak memakai bahan yang toxic / beracun .
4. Cukup peka untuk mengetahui adanya kerusakan ginjal .
5. Bila dilakukan secara serial akan dapat menggambarkan prognosa penyakit .
6. Memakai bahan-bahan yang bersifat endogen .


Lokasi kelainan pada ginjal dapat terletak di : Glomerulus, Tubulus atau di Vaskulair .

Pembagian test fungsi ginjal sesuai dengan letak kelainannya adalah :

1. Test untuk melihat kelainan yang ada di GLOMERULUS :
• Klirens Kreatinin.
• Klirens Urea.
2. Test untuk melihat kelainan di TUBULUS :
• Test Konsentrasi / test kepekatan urine.
3. Test untuk melihat kelainan di VASKULAIR :
• Test Ekskresi PSP.
• Klirens PSP.
• Klirens PAH.
• Klirens Diodrast.


KLIRENS ZAT X DALAM PLASMA ADALAH :


JUMLAH PLASMA YANG DIBERSIHKAN DARI ZAT X PERSATUAN WAKTU OLEH GINJAL.



KLIRENS KREATININ.


Keuntungan memakai kreatinin alat pemeriksaan adalah :
1) Berada dalam tubuh (endogen).
2) Kadarnya diplasma relative constant.
3) Tehnik pelaksanaannya mudah,

Cara pelaksanaannya penentuan KLIERENS KREATININ :

1. Tentukan volume urine penderita selama 24jam, kemudian hitung volume produksi urine per menit, dan ini disebut V (cc/menit).

2. Tentukan kadar kreatinin didalam urine : U (mg%).

3. Tentukan kadar kreatinin didalam urine : P (m%).

4. Tentukan Tnggi badan, Berat badan, dan hitung luas permukaan tubuh (LPT) dengan memakai rumus Du BOIS.

5. Klirens kreatinin dihitung berdasarkan rumus :

K kreatinin = Ux v/p x 1,78/LPT (ml/menit).
1,78 adalah luas tubuh standart
Nilai normal klirens kreatinin :
Pria : 72 – 141 ml/menit.
Wanita : 74 – 130 ml/menit.


KLIRENS UREA .

Cara pelaksanaan penentuan klirens UREA adalah :

1. Kumpulan urine jam I dan II secara berurutan, kemudian hitung produksi Urine per menit : V (ml/menit).

2. Tentukan kadar Urea didalam Darah : P (ml/menit).

3. Tentukan kadar Urea didalam urine : U (ml/menit).

4. Ukur Tinggi Badan, Berat badan, dan tentukan luas permukaan tubuh (LPT) dengan rumus Du BOIS.

5. Klirens Urea dihitung berdasarkan rumus :

Produksi Urine > 2 ml/menit : Karena = Ux (V/P) x 1,78/LPT x 100/75
Produksi Urine < 2 ml/menit : Karena = Ux x 1,78/lpt x 100/54 TEST EKSKRESI PSP (PHENOL SULFON PHTALIN). Cara pelaksanaannya : • Minum 2 gelas air. • Suntik dengan 6 mg PSP alam larutan 1 ml, intra vena. • Tapung urine setelah 15, 30, 60 menit kemudian , • Tentukan kadar PSP pada setiap penampungan dan bandingkan dengan PSP yang disuntikan. NORMAL : Setelah 15 menit : > 25%
Setelah 30 menit : 10 – 15%
Setelah 60 menit : 5 – 10%.


PSP setelah masuk kedalam tubuh, maka 94% akan diekskresikan oleh tubuli ginjal.


TEST KONSENTRASI.

Tehnik pelaksanaannya :
1. Penderita puasa minum 24jam, makan standart.Ukur berat jenis Urinenya.
Bila > 1,025 berarti NORMAL.

2. Penderita tanpa puasa, tetapi disuntik dengan ADH (anti dieuretic hormone), 1-2 jam kemudian diukur berat jenis urinenya. Bila > berarti NORMAL.


Beberapa faktor yang mempengaruhi :
• Osmotik diuresis : pada penderita diabetes mellitus.
• Diabetik insipidus.
• Obat diuretika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar