Rabu, 22 Juni 2011

GOLONGAN DARAH

GOLONGAN DARAH

Beberapa system secara penggolongan darah yang di kenel antara lain:
1. System ABO
2. System Rhesus
3. System kell
4. System Duffy
5. System kidd
SYSTEM DARAH ABO
Pada system golongan darah ABO ini antigen golongan darah terdapat pada:
 Permukaan sel darah merah
 Sel darah putih
 Trombosit
 Sel sperma
 Cairan tubuh:Saliva,ASI,Serum,dsb
Frekwensi golongan darah:
 AB5%
 A 20%
 B 27%
 O 48%
Pemberian nama antigen sesuai dengan golongan darah,Misalnya:Golongan darah O berarti entigen yang di kandungnya O(Tidak antigennya)Golongan darah B berarti antigen yang di kandungnya B.
Kegunaan penentuan golongan darah:
1.Tranfusi darah.
Prinsip tranfusi:Harus di berikan golongan darah yang sama,Bila terpaksa baru di lakukan substitusinya(penggantinya)
Misalnya:Golongan AB bila substitusi di berikan darah golongan B dan pilihan terakhir golongan O.
2.Identitas diri:pada KTP,SIM,dsb
3.Penentuan keayahan seorang anak
HUKUM LANDSTEINER:
Dalam darah orang normal tidak terdapat antigen dan anti bodi yang sejenis.
Golongan darah Antigen(Ag) Antibodi(Ab)
A A Anti B
B B Anti A
O .......... Anti A,Anti B
AB A dan B ...........

SYSTEM RHESUS:(Rh)
Di jepang,RRC,Birma,Indonesia,dan Es kimo,Hampir 100% penduduknya memiliki Rhesus(Rh)yang positi.
Orang negro USA:90% penduduknya mempunyai rhesus positif.
Kegunaan penentuan rhesus:
1.Tranfusi darah
2.Kehamilan:
Seorang ibu dengan rhesus negatif,apabila mengandung bayi dengan rhesus positif,maka anak yang di lahirkan dapat mengalami:Hemolotik-Diseases of the nem born.
Pencegahan:Diberikan rhogam secara intra maskulair,100 mikrogram,72 jam post partum,Rhogam akan mengikat antigen rhesus yang masuk ke darah ibu.
TEHNIK PENENTUAN:
1.system ABO:Ada 2 macam cara:
Langsung dan tak langsung sebagai sample dapat di pakai darah yang telah beku atau darah yang telah di beri antikoagulan
Cara langsung:
Prinsipnya menentukan antigen dengan memakai antibody yang telah di ketahui,dapat di lakukan dengan 2 macam cara:yaitumemakai slide atau memakai tabung.bila di lakukan dengan slide di peelukan larutan control,sedangkan dengan tabung tidak perlu di larutan cntrol,karena reaksi dalam tabung cukup baik.Pada cara tabung di pakai suspensi sel darah merah2-4% dalam PZ.
Cara tak langsung:
Prinsipnya menentukan antibody dengan memakai antigen yang telah di ketahui.hanya di lakukan dengan cara tabung.
2.system rhesus:
Yang perlu di perhatikan adalah recepien.Di indonesia kurang penting(mengapa)dapat di lakukan dengan cara slide atau tabung.Di perlukan medium high protein untuk melakukan reaksi ini.beberapa sel darah merah dapat agglutinasi spontan pada medium tersebut,sehingga di perlukan juga larutan contrpl albumin.
Test+,kontrol-maka:Rh+
Test+,Kontrol+maka:perlu di ulang ataudi lanjutkan dengan memakai saline agglutinating anti Rh.bila hasil+di anggap Rh+
Test-,kontrol- maka:belum tentu Rh-,Periksa selanjutnya dengan test anti D.
REAKSI SILANG(CROSS MATCH):
Guna reaksi silang:untuk menentukan adanya serologis antara darah donor dengan darah recepien.reaksi ini harus di teliti dan cermat,sebab kesalahan baru tampak setelah darah masukke tubuh penderita.tujuan reaksi silang:
1. Mendeteksi adanya antibody pada serum penderita yang sesuai dengan sel donor
2. Mendeteksi kemungkinan kesalahan penentuan golongan darah
3. Mendeteksi kemungkinan kesalahan dalam memneri label
Test ini tidak menjamin kualitas darah dan tidak menjamin 100% adanya kesalahan dalam penentuan golongan darah rhesus.
Terdapat 2 macam test ini:MAYOR dan MINOR
MATOR:Donor sel di campur recepirn serum
MINOR:Donor serum di campur recepien sel
Test ini di katakan cocok(compatible)bila:MAYOR-
Bila MAYOR + darah jangan di berikan,bila MINOR + masih dapat di berikan asalkan MAYOR-,Biasanya test ini di lakukan pada 3 medium:Saline,High protein han coomb’s regent(anti globulin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar