Rabu, 22 Juni 2011

SEROLOGI

SEROLOGI

Serologi ialah ilmu yang mempelajari reaksi antigen antibody secara invitro
Untuk dapat menegakkan diagnose suatu penyakit infeksi:kita harus dapat mengisolasi atau menemukan kuman penyebabnya. Proses isolasi atau menemukan kuman tersebut memakan waktu yang cukup lama dan sulit dalam pelaksanaannya. Apabila sebuah kuman masuk kedalam tubuh kita maka kuman tersebut akan merupakan suatu antigen (benda asing)bagi tubuh kita dan selanjutnya akan merangsang tubuh kitauntuk membentuk antibody terhadap kuman tersebut. Dengan dapat ditemukannya antibody tersebut dalam tubuh kita, mka hal ini akan membantu kita dalam menegakkan diagnose suatu penyakit infeksi. Proses untuk menemukan atau mendeteksi adanya antigen dan antibody tersebut yang selanjutnya kita kenal dengan pemeriksaan serologi. Beberapa contoh pemeriksaan serologi adalah: Widal, VDRL, Toxoplasmosis, Hepatitis, AIDS, dsb. Dalam kuliah ini akan dibahas pemeriksaan serologi untuk Widal dan Hepatitis A dan B.

WIDAL
Pemeriksaan widal adlah pemeriksaan serologi untuk memebantu menegakkan diagnosapenyakit demam typoid. Dalam pemeriksaan ini dipakai suspensikuman Salmonella Typhosa dan Salmonella Paatyphosa sebagai antigen untuk mendeteksi adanya antibody terhadap kedua kuman salmonella tersebut dalam serum penderita. Apabila terjadi pertemuan antara antigen dan antibodynya yang sejenis, maka akna terjadi proses AGGLUTINASI.
Untuk pemeriksaaan Widal, dipakai antigen O dan antigen H, sedangkan antigen Vi biasanya dipakai untuk mendeteksi adanya karrier.
Sifat dan cirri khas antigen O adalah:
• Merupakan lapisan luar dari kuman.
• Merupakan suatu lipopolisakharida.
• Bersifat sebagai endotoxin.
• Tahan terhadap pemanasan dan alcohol.
• Tidak tahan terhadap formalin.
Sifat dan diri khas antigen H adalah:
• Terdapat pada flagella/fimbriae.
• Merupakan suatu protein.
• Tahan terhadap formalin.
• Tidak tahan terhadap panas dan alcohol.
Sifat dan cirri khas antigen Vi adalah:
• Terdapat pada kapsul kuman.
• Berperan pada karier.

PATOGENESA DEMAM TYPHOID
Kuman S.Typhi dan S.Paratyphi masuk dalam tubuh kita melalui saluran pencernaan mencapai epithel usus kemudaan menembus kelenjar lymphe usus (PLAQUE of PAYER) dan kemudian berkembang biak dikelenjar lymphe tersebut. Dari kelenjar lymphe tersebut kemudain masuk ke dalam ductusthoracicus dan akhirnya ke aliran darah hingga mencapai liver, kandung empedu, limpa, ginjal, dan sumsum tulang dan berkembang biak lagi didalam organ-organ tersebut. Seluruh proses ini memakan waktu selam 7-10 hari. Dari organ-organ tersebut kemudianmasuk kedalam aliran darah lagi (stadium bakterimia kedua) dan melepaskan endotoxin sehingga menimbulkan gejala penyakit demam typhoid seperti misalnya: mual, febris, pusing, perut kembung dsb. Adanya endotoxin didalam darah tersebut juga merangsang pembentukan antibody terhadap kedua kuman salmonella tersebut. Proses pembentukan antibody tersebut memerlukan waktu lebih kurang 1 minggu. Selanjutnya kuman akan dimakan oleh sel macrophage sehingga kuman dalam darah akan menghilang. Adapun antibody yang mula-mula dibentuk adalah: antibody terhadap antigen O, kemudian menyusul antibody terhadap antigen H, dan yang paling akhir adalah antibody terhadap antigen Vi. Titer (kadar) antibody didalam aliran darah ini baru dapat dideteksi pada hari ke 15-17 setelah kuman masuk kedalam tubuh, dan mencapai kadar puncak pada minggu ke 4-5, kemudian akan menghilang setelah 6-12 bulan untuk antibody terhadap antigen O dan setelah 2 tahun untuk antibody terhadap antigen H. peningkatan titer antibody didalam tubuh sebanyak 4 kali pada pemeriksaan ulangan merupakan dignosa pasti demam typhoid. (misalnya:dari 1/100 menjadi 1/400)
TEHNIK PEMERIKSAAN
1. CARA SLIDE
1 tetes serum (antibody) ditambah 1 tetes antigen salmonella dan dilakukan pada sebuah obyek gelass. Bila terjadi agglutinasi berarti hasil + dan ini harus dikonfirmasi dengan cara tabung. Cara ini hanya digunakan untuk test penyaring.
2. CARA TABUNG.
Diperlukan 4 baris tabung dan setiap baris tabung diisi dengan serum yang telah dienerkan secara serial (berurutan) dengan larutan PZ. (mis:1/25, 1/50, 1/100, dsb). Tabung pada baris pertama ditambah dengan antigen O, tabung pada baris keduaditambah dengan antigen H, tabung pada baris ketiga ditambah dengan antigen paratyphus A, sedangkan tabung pada baris keempat ditambah dengan antigen paratyphus B. kemudian keseluruh tabung tersebut diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37derajatC. Setelah itu dilakukan pembacaan pada masing masing tabung.
Keuntungan dari pemeriksaan Widal adalah: tehnik sederhana, mudah dan murah.
Kerugian dari pemeriksaan widal adalah:
• Adanya reaksi silang.
• Nilai normal dari daerah endemis tidak sama dengan daerah non endemis.
• Bila terjadi gangguan proses immunitas, pembentukan antibodyterganggu maka test widal dapat memberikan hasil negative palsu.
• Tidak dapat digunakan untuk evaluasi terapi.



HEPATITIS
Hepatitis adalah keradangan pada hepar dan dapat disebabkan oleh
• Obat-obatan
• Bahan-bahan kimia
• Racun
• Kuman dan virus
Virus yang sering mengakibatkan hepatitis adalah:
• Virus hepatitis A (HAV)
• Virus hepatitis B (HBV)
• Virus hepatitis C (HCV)
• Virus hepatitis delta (HDV)
• Virus hepatitis non A dan non B (NANBV)
Untuk menegakkan diagnose hepatitis dapat dilakukan dengan cara:
1. Menemukan virus penyebab hepatitis dengan menggunakan mikroskop electron. Cara ini cukup sulit.
2. Mendeteksi adanya produk dari virus didalam darah: HBs Ag, HBc Ag, HBe Ag, dsb.
3. Mendeteksi respons tubuh terhadap virus penyebab hepatitis: Anti HAv, Anti HBc, Anti Hbs, Anti HBe, dsb.
Manfaat pemeriksaan serologi pada penderita hepatitis adalah:
• Menegakkan diagnose hepatitis
• Menentukan prodnosa hepatitis
• Menentukan stadium hepatitis
• Menilai hasil pengobatan yang diberikan
• Menentukan type virus penyebab hepatitis
HEPATITIS A
Hepatitis A adalah suatu keradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. penularan penyakit ini terjadi melalui makanan/minuman yang tercemar oleh virus hepatitis A(fecal-oral). Penyebaran penyakit ini biasanyaterjadi pada daerah dengan kebersihan lingkungan yang rendah. Penyakit ini dapat sembuh totaldengan angka kematian yang cukup rendah(<0,1%). Petanda serologi yang ada penyakit ini adalah:
• Hepatitis A Antigen (HA Ag)
• Hepatitis A antibody (Anti HAV)
HEPATITIS A ANTIGEN (HA Ag):
Merupakan petanda serologi yang dini adanya infeksi dengan virus hepatitis A. terdapat dalam tinja selama periode inkubasi (1-2 minggu sebelum gejala klinis muncul). Tidak dapat atau jarang sekali ditemukan didalam darah.
HEPATITIS A ANTIBODY (ANTI HAV):
Terdapat 2 macam antibody hepatitis A ini yaitu:
1. Ig M anti HAV:
Merupakan petanda bahwa infeksi HAV baru/sedang berlangsung. Kadar didalam darah mencapai puncaknya pada 1 minggu setelah sakit, dan kemudian menghilang dalam waktu 8 minggu. Sudah terdapat dalam darah pada saat gejala klinis timbul.
2. Anti HAV total:
Biasanya pemeriksaan ini dilakukan setelah melewati fhase akur. Kadar didalam darah meningkat 3-6 bulan setelah infeksi dengan HAV. Dapat dipakai sebagai indicator bahwa seseorang pernah terinfeksi dengan HAV, atau seseorang telah mempunyai kekebalan terhadap HAV.


HEPATITIS B
Hepatitis B adalah keradangan pada hatiyang disebabkanoleh virus hepatitis B. penyakit ini menimbulkan masalah pada kesehatan karena:
• Angka kesakitan yang cukup tinggi
• Angka kematian yang cukup tinggi
• Menimbulkan beban ekonomi yang cukup berat
Sebagian besar kasus hepatitis B ini tidak memeberikan gejala.
Perjalanan penyakit Hepatitis B:
INFEKSI HBV AKUT
RESOLUSI KRONIK FULMINANT
(85-95%) (5-10%) (10%)
KRONIK AKTIF KRONIK PERSISTANT
35% (ASIMPTOMATIK) 65%
SIRRHOSIS KANKER HATI
(4-5%)
Petanda serologi untuk hepatitis B adalah:
• HBs Ag & Anti HBs
• HBc Ag & Anti HBc
• HBe Ag %Anti HBE
• HBV DNA Polimerase
• HBV DNA Spesifik


HBs Antigen:
Merupakan petunjuk p[aling dini adanya infeksi virus hepatitis B karena sudah dapat dideteksi didalam darah pada masa inkubasi. Kadarnyadidalam darah terus meningkat, sehingga mencapai kadar puncak pada saat/sesaat setelah gejala klinis mulai tampak. Apabila secara klinis pasien membaik, maka kadar HBs antigen ini akan menurung hingga menghilang didalam darah. Apabila terdapat terus menerus didalam darah melebihi 6 bulan, kemungkinan penderita ini menjadi kronis. Apabila HBs antigen ini terdapat didalam darah, maka orang tersebut berpotensi untuk menularkan penyaki ini ke orang lain.
Anti HBs:
Anti HBs ini tidak terdapatdidalam darah selama masa akut. Mulai tampak didalam darahsaat penyembuhan/penyembuhan sempurna dan pada saat itu kadar HBs antigen didalam darah telah negative. Merupakan petanda adanya proses penyembuhan dan adanya kekebalan. Tenggang waktu antara hilangnya HBS antigen sampai timbulnya anti HBS didalam darah disebut dengan WINDOW PERIOD. Periode ini dapat berlangsung dalam beberapa minggu, bulan, bahkan kadang hingga 1 tahun. Pada periode ini biasanyagejala hepatitis tampak. Pada periode ini deteksi hepatitis B dapat dilakukan dengan memeriksa anti HBc (Ig M/total), dan anti HBe. Biasanya berada dalam darah seseorang seumur hidupnya, atau kadang-kadang menurun hingga menghilang sama sekali didalam darah. Kadar anti HBs ini dapat timbul didalam darah setelah suatu vaksinasi(post vaksinasi), dan hal ini menujukkan adanya kekebalan terhadap virus hepatitis B. pada beberapa khasus, anti HBs ini tidak tampak didalam dara, walaupun penderita telah sembuh atau setelah mendapat vaksinasi.
HBc Antigen:
HBc antigen ini hanya dapat dideteksi antara sel liver. Didalanm darah deteksi HBc antigen ini sulit dan memerlukan tehnik khusus. Merupakan petunjuk adanya infeksi dengan virus hepatitis Bdan adanya replikasi virus.
Anti HBc (TOTAL):
Anti HBc total ini timbul didalam darah, segera setelah gejala klinis tampak dan dapat dideteksi seumur hidup. Merupakan petunjuk bahwa seseorang pernah atau sedangmendapat infeksi dengan virus hepatitis B. fungsinya didalam tubuh masih belum jelas.
ANTI HBc (IG M)]
Merupakan anti HBcyang timbul pertama kali didalam darah setelah timbulnya gejala klinis dan bertahan hingga 6 bulan. Selanjutnya diganti oleh anti HBc Ig G. biasanya dipakai untuk menegakkan diagnose hepatitis B akut yang baru terjadi.
HBe ANTIGEN
Biasanya timbul didalam darah bersamaan dengan HBs antigen. Didalam darah biasanya hanya sebentar dan tidak stabil. Merupakan petanda replikasi aktif dari hepatitis B dan penderita sangat menular pada waktu HBe Ag ini berada dalam darah. Selain didalam darah dapat pula ditemukan di: saliva, urine, faeces, dsb.
ANTI HBe:
Biasanya muncul didalam darah setelah HBe Ag menhilang dan ini terjadi pada sekitar puncak perjalanan penyakit. Merupakan petanda replikasi aktif dari virus hepatitis B telah berhenti dan penularan mulai menurun. Bila HBs Ag masih + kemungkinan penularan masih bisa terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar